Salam Lestari...
Banyak orang yang mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang pecinta alam. Hal itu dibuktikan lewat beberapa kegiatan yang dilakukannya, seperti melakukan penjelajahan ke dalam hutan, mendaki gunung, atau pun berkemah di alam terbuka. Namun, sobat Kpa Bias jangan salah, selain pecinta alam, ada pula penggiat alam. Keduanya sama-sama bisa disingkat menjadi PA.
Perbedaan Antara Pecinta Alam dan Penggiat Alam
Seorang pecinta alam bisa juga merupakan penggiat alam. Namun, hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. Alasannya, karena seorang penggiat alam memiliki kecenderungan untuk aktif melakukan beragam kegiatan di alam terbuka. Sementara itu, seorang yang mengaku mencintai alam, lebih memilih kegiatan yang memperlihatkan rasa cintanya terhadap lingkungan.
Berikut ciri-ciri pecinta alam yang dapat diidentifikasikan berdasarkan filosofinya.
Ciri-Ciri Pecinta Alam Sejati
Seorang pecinta alam memiliki kode etik pecinta alam dalam beragam aktivitas, tidak hanya ketika berada di alam terbuka, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik tersebut adalah:
1. Tidak Mengambil Apapun Kecuali Gambar
Setiap kegiatan yang mereka lakukan di alam, dilakukan sepenuhnya untuk menikmati karunia Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak akan mengambil benda-benda apa pun dari alam, misalnya seperti bunga edelweiss atau tanaman lain dari gunung. Sebaliknya, foto merupakan satu-satunya benda yang diambil dalam setiap petualangan.
2. Tidak Meninggalkan Apapun Kecuali Jejak Kaki
Dalam setiap kegiatannya, seorang yang termasuk dalam PA ini juga tidak meninggalkan barang-barang yang bisa menimbulkan efek buruk bagi lingkungan. Hal yang paling mencolok adalah, mereka selalu berusaha untuk membawa sampah saat turun dari aktivitas pendakian gunung. Satu-satunya hal yang mereka tinggalkan adalah jejak kaki.
3. Tidak Membunuh Apapun Kecuali Waktu
Para pecinta alam juga tidak melakukan pembunuhan apa pun selama melakukan kegiatan di alam terbuka. Hal ini dilakukan sebagai wujud untuk menjaga kelestarian serta keseimbangan ekosistem alam. Sebaliknya, selama di alam, aktivitas yang mereka lakukan adalah menikmati suasana lestari sepuas-puasnya. Mereka tidak akan menyibukkan diri dengan gawai atau aktivitas mencari sinyal selama aktivitas pendakian.
Beberapa Hal Menarik Tentang Karakteristik Penggiat Alam
Secara filosofi, tiga ciri tersebut menjadi identitas utama yang dimiliki oleh seorang pecinta alam. Hal ini sangat kontras dengan seorang penggiat alam yang lebih mengedepankan aktivitas petualangan yang mereka lakukan. Bahkan, tak jarang, seorang penggiat alam tidak mengindahkan kode etik yang dimiliki oleh pecinta alam.
Bahkan, dalam praktiknya, banyak yang menyebut seorang penggiat alam sebagai PA gadungan. Alih-alih menunjukkan perilaku yang benar-benar mencintai lingkungan, mereka malah melakukan beragam tindakan yang merusak lingkungan. Fenomena seperti ini pun kerap bermunculan seiring dengan anggapan betapa kerennya menjadi seorang pecinta alam.
Mereka memang membekali diri dengan beragam kemampuan yang diperlukan untuk bisa melakukan petualangan di alam terbuka. Mereka juga memiliki mental yang berani dalam menempuh jalur yang terlihat berbahaya. Hanya saja, hal itu tidak dibarengi dengan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
Penggiat alam itu malah sering membuang sampah sembarangan selama aktivitas pendakian. Tak jarang penggiat alam buang air kecil dan air besar secara sembarangan di sungai atau bahkan di puncak gunung. Untuk menghangatkan diri selama berkemah, penggiat alam juga kerap membuat api unggun tanpa mengindahkan dampaknya dengan melakukannya di tengah hutan.
Memang benar bahwa tidak semua penggiat alam demikian, ada pula beberapa sosok dari penggiat alam yang memiliki jiwa tanggung sama seperti pecinta alam. Namun jika dikelompokkan secara garis besar, apa yang diuraikan di atas memang telah menjadi gambarannya.
Apa pun jawabannya, lakukanlah petualangan dengan penuh rasa tanggung jawab dan pemaknaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar